Alas Kedaton Bali

Posted: Maret 28, 2011 in Wisata

Alas kedaton adalah sebuah hutan lindung yang berada di desa Kukuh Kecamatan Marga tepatnya 4 Km dari kota tabanan. mayoritas penduduk disini adalah petani. sehingga kawasan ini masih asri banget. yang terkenal di alas kedaton ini adalah kera – kera yang sangat jinak dengan penguncung sehingga penguncung bisa dengan – mudah berfoto dan bermain – main dengan pengunjung. tapi syaratnya adalah kita harus bawa makanan kesukaan si kera. secara umum kera suka pisang namun kera – kera yang ada di sini sangat senang dengan kacang tanah (kacang tanah olahan tradisional) tapi kalau anda tidak membawa makanan kegemaran si monyet jangan harap bisa di deketin ama monyet yang ada malah anda di cuekin ama si monyet hehehe…

Untuk dapat masuk ke kawasan alas kedaton anda hanya cukup membayar Rp 7.000 per orang dan di kawasan pintu masuk terdapat pedagang – pedagang souvenir yang menjual hasil kerajinan tangan seperti Tas, Kaos, pernak – pernik seperti gelang, kalung, topi dan lain – lain dan ini cocok untuk oleh – oleh anda. sebelum memasuki pepohonan alas kedaton kita pertama – tama akan menjumpai taman dengan rumput hijau dan beberapa gazebo. sambil menikmati suasana tidak seru rasanya kalau tidak godain monyet hehehe bermain – main dengan monyet memang mengasikan tapi pertama – tama saya beli makanan kesukaannya dulu yaitu kacang tanah (kacang tanah yang sudah di olah secara tradisional) saya membeli per satu kantung plastik kecil yang masing – masing kantungnya berisi sekitar 20 kacang tanah yang masih terbungkus oleh kulitnya. hanya dengan Rp 2.000 namun ingin puas memberi makan monyet anda bisa membawa makanan dari rumah.

setelah puas memberi makan monyet, saya dan teman – teman sudah merasa tidak sabar untuk masuk ke dalam hutan lindung yang pepohonannya masih asli dan sepertinya berumur ratusan tahun. setelah masuk saya menjumpai puluhan monyet yang sedang berebutan makanan (singkong) yang di bagikan oleh petugas alas kedaton. dan tidak hanya monyet ternyata terdapat banyak kelewawar yang ukurannya cukup besar berlalu lalang di atas pohon. wah keren banget deh pokoknya. Tracknya cukup panjang dan sepanjang perjalanan saya hanya melihat pohon – pohon besar dan monyet. di dalam kawasan ini juga terdapat Pura Alas Kedaton dimana piodalannya jatuh pada hari Selasa (Anggara Kasih) dau puluh hari setelah Hari Raya Galungan. nah jika anda ingin melihat upacara adat ini anda bisa datang pada hari itu.

setelah cukup jauh berjalan saya sampai di garis finish dimana ternyata tembusnya di taman tempat saya beristirahat tadi. dan kami istirahat sejenak sambil menikmati suasana dengan minuman dingin dan makanan favorite.

Sejarah Joger

Posted: Maret 22, 2011 in Jual Beli, Teknologi, Uncategorized, Wisata

Joger mungkin di telinga anda kata Joger sudah tidak asing lagi, apalagi yang sudah pernah melancong ke Pulau Bali. Produk – produk dari joger seperti Kaos, Tas, Sendal, dan Furnitur lainnya. namun selain kita sudah mengenal product – product joger kita harus tahu juga sejah joger hingga bisa seperti saat ini.

kata joger merupakan gabungan dari 5 Huruf yaitu J . O . G . E . R jika kita cari di kamus bahasa indonesia kata ini belum memiliki arti, ia itu pasti karena kaya JOGER itu sendiri bukan di ambil dari kata yang ada sebelumnya. Pada tahun 1980 Pak Joseph Theodorus Wulianadi (pemilik joger) mengawali usahanya di sebuah pertokoan di Jl. Sulawesi 37, Denpasar. awalnya Joseph Theodorus Wulianadi belum memiliki nama untuk Toko kecilnya itu tidak seperti toko Рtoko yang berada di sekitarnya sampai Рsampai Dinas perdagangan Denpasar meminta agar Toko yang dimilikinya segera di berikan nama sehingga mudah di bedakan antara toko Рtokok yang berada di sekitarnya. pada tanggal 9 bulan 9 tahun 1951 Joseph Theodorus Wulianadi merenungkan diri di atas tempat tidurnya beliau merenungkan nama apa yang cocok untuk Tokonya itu. yang jelas Joseph Theodorus Wulianadi tidak ingin nama tokonya di berikan dengan nama yang umum atau yang biasa kita lihat di pasar Рpasar atau toko biasa, beliau ingin nama tokonya itu bernama yang Unik artinya nama yang muncul dari dalam hati nurani. seiring detik jam berjalan Tuan Joseph Theodorus Wulianadi teringat dengan jasa besar dari Mr. Gerhard dimana dia telah memberikan dana sebesar $ 20.000 sebagai hadiah pernikahan Joseph Theodorus Wulianadi dengan Istri tercintanya Ery Kusdarijati, Mr. Gerhard merupakan teman sekolahnya dulu  di Hotelfachshule, Bad Wiesee, Jerman Barat, tahun 1970-an.

Dengan berjalannya waktu detik jam akhirnya tuan Joseph menggabungkan nama “Joseph” dan nama temannya “Gerhard” sehingga dari nama tersebut diambilah 2 karakter dari kiri dari nama Joseph = JO dan 3 karakter dari kiri Gerhard = GER sehingga jika digabungkan menjadi JOGER.

Dan pada tanggal 19 Januari 1981 merupakan hari lahir joger dimana nama joger pertama kalinya digunakan sebagai nama Toko tuan Joseph namun nama Tokonya saat itu belum murni JOGER tapi “ART & BATIK SHOP JOGER” awalnya masyarakat belum tau dan belum tertarik dengan Product yang di jual oleh toko ini namun karena seiring berjalannya waktu dan tren yang terus bergerak akhirnya product – product Toko Joger di terima dan menarik banyak masyarakat karena setiap barang seperti Kaos dan souvenir – souvenir lainnya terdapata¬† kata – kata yang unik khas Joger. hingga akhirnnya nama Joger menjadi nama besar dan harum. pada tanggal 7 Juli 1987 diputuskan bahwa joger hanya akan di buka di satu toko di Bali dimana hanya akan bisa di jumpai di Jl. Raya Kuta – Bali. dan sejak tahun 1990-an hingga saat ini Joger di sebut sebagai PABRIK KATA – KATA.